Rabu, 01 April 2015

PERUSAHAAN HONDA

BAB I. PENDAHULUAN

1. PROFIL PERUSAHAAN

Honda adalah produsen mobil, truk, sepeda motor dan skuter asal Jepang. Mereka juga membuat kendaraan segala medan (ATV), generator listrik, mesin kelautan, dan peralatan taman.
Honda didirikan pada 24 September 1948 oleh Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa. Honda merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia sejak 1959, dan juga produsen mesin pembakaran dalam terbesar dengan produksi lebih dari 14 juta unit tiap tahun. Honda berhasil menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar di Jepang tahun 2001. Honda juga menggusur Chrysler, untuk menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di pasar AS. Sekarang ini, Honda juga pabrikan mobil terbesar keenam di dunia. Pada 2004, perusahaan ini mulai memproduksi motor diesel, yang sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar polusi.
Honda merupakan pabrikan Jepang pertama yang meluncurkan merek mobil mewahnya, menggunakan merk Acura untuk mobil mewahnya di Amerika Utara. Mobil Honda terkenal dengan daya tahan dan jarang rusak. Honda di Indonesia paling terkenal dengan sepeda motornya.
Honda bermarkas di Tokyo. Saham mereka diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo, Bursa Saham New York, dan juga perdagangan di Osaka, Nagoya, Sapporo, Kyoto, Fukuoka, London, Paris dan Swiss.

Industri/jasa
Didirikan
Pendiri
Kantor pusat
Daerah layanan
Seluruh dunia
Tokoh penting
Produk
Pendapatan
¥7,948 triliun (2012)[1]
¥231,36 miliar (2012)[1]
¥211,48 miliar (2012)[1]
¥11,780 triliun (2012)[1]
¥4,402 triliun (2012)[1]
Karyawan
179.060 (2012)[2]
Slogan
"The Power of Dreams"
Situs web

2. SEJARAH SINGKAT

Sejak usia muda, pendiri Honda, Soichiro Honda. memiliki minat besar dalam kendaraan bermotor. Dia bekerja sebagai mekanik di Art Shokai, dimana dia menyetel mobil dan dimasukkan kedalam balapan. Dia kemudian membuat desain piston dan menjualnya ke Toyota. Rancangan pertamanya ditolak, dan Soichiro bekerja keras untuk menyempurnakan desainnya, bahkan dia kembali sekolah dan menggadaikan perhiasan istrinya sebagai jaminan.
Honda Cub F-type adalah sebuah sepeda yang ditempeli mesin 50cc, memiliki tangki bahan bakar berwarna putih di atas bemper belakang dan mesin berwarna merah menyala (warna kesukaan Soichiro) di tengah-tengah roda belakang.
Sales Force wanita dipilih sebagai jawaban atas permasalahan produk sebelumnya, A-Type
Sebelumnya, Soichiro menciptakan A-type, menggunakan V-belt dari karet di tengah-tengah kerangka sepeda, yang sering mendapatkan keluhan karena menyebabkan kotornya pakaian. Jadi kendaraan ini sangat tidak cocok untuk wanita. Soichiro memecahkan masalah ini dengan menempatkan mesin di kerangka bagian belakang dan munculah “F-Type” yang melegenda. 
Filosofi penjualan fujisawa bisa dirangkum dalam satu kalimat : buat produk berkualitas tinggi, dan para konsumen akan membelinya walaupun mereka harus menunggu beberapa saat. “Setiap sepeda motor Honda dirancang oleh sang presiden sendiri. Setiap aspek dari produk perusahaan kami jauh melebihi para kompetitor kami. Kami tahu para kompetitor kami akan mengerti!” Fujisawa mencuci otak para salesman, mendorong dan mengirim mereka ke seluruh Jepang untuk merintis jalur penjualan baru. Para Salesman ini merancang pamflet sendiri untuk berbagai produk Honda, menerima rekening uang perjalanan ibisnis sebesar empat atau lima bulan gaji mereka, dan berada di lapangan dalam jangka waktu lama. Setiap salesman bertemu langsung dengan pembeli dan totko-toko penjual sepeda motor di wilayah penjualan mereka, bernegosiasi langsung untuk membangun basis konsumen Honda, dealer demi dealer.
F-type sebenarnya ditujukan sebagai alat transportasi umum yang murah dan mudah dikendarai. Karena itu harus dibuat secara masal. Cub pertama tiba di dealer pada bulan mei 1952. Dalam dua bulan, Jun dan Juli, Honda mengirimkan 5.000 unit dan hanya menerima tiga keluhan dar I pembeli. Fujisawa bermimpi menggunakan produk ini untuk mewujudkan lompatan besar Honda ke level selanjutnya. Jika dia bisa mengekspansi jalur perakitan dan outlet pemasarannya, dia yakin mampu menjual paling tidak 10.000 unit perbulan. 
Jika Honda hanya bergantung pada jalur pemasaran para salesmannya saja, tidak mungkin bisa menjual 10.000 unit perbulan, berapapun besarn             ya permintaan. Untuk meningkatkan outlet pemasaran mereka secara dramatis dalam waktu singkat, Honda harus memobilisasi banyak tenaga sales untuk memperkuat jaringan sales perusahan. Tetapi itu berarti butuh uang yang banyak, yang tidak dimilik Honda karena baru saja melakukan transmisi dari industri rumahan ke industri ukuran sedang. Bahkan Fujisawa, dengan segala kepiawaiannya mendapatkan uang, tidak mungkin bisa menggalang modal sedemikian besar sekali jalan.
Bagaimana Honda bisa menjual begitu banyak produk tanpa harus mengeluarkan uang ekstra ?
Inilah kejeniusan Fujisawa, dia mendapatkan akal untuk menghubungi sekitar 55.000 toko sepeda yang tersebar di seluruh Jepang melalui surat. Berikut contoh surat yang dia kirimkan :
“Setelah perang Rusia-jepang (1904-1905), daripada membetulkan rantai dan menambal ban, nenek moyang anda dengan berani memutuskan untuk menjual sepeda-sepeda impor. Itulah asal-usul bisnis anda. Sekarang, setelah Perang Dunia II berakhir, situasi sudah berubah. Konsumen anda menginginkan sepeda bermesin.
Kami di Honda, memproduksi mesin seperti itu. Kami menjamin penuh kulitas produk kami. Silahkan krim surat kepada kami jika anda tertarik.”
Sejumlah 30.000 toko menjawab. Fujisawa menjawab dengan surat kedua:
“Kami berterima kasih atas minat anda pada produk kami. Untuk permulaan, kami akan mengirimkan satu sepeda motor per toko. Harga grosirnya adalah 19.000 yen dan harga ritel yang kami sarankan adalah 25.000 yen, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 6.000 yen. Kami meminta anda unuk membayar terlebih dulu, baik lewat wesel pos ataupun melalui bank yang kami tunjuk.”
Karena Honda hampir-hampir tidak dikenal, Fujisawa sadar akan sulit meyakinkan para pemilik toko untuk membayar di muka, kalau pun mereka memang tertarik dengan produk Honda. Untuk itu, dia membujuk cabang Mitsubishi Bank di Kyobashi, kreditur utama Honda, untuk mengirimkan surat yang ditandatangani oleh manajernya yang menjamin kredibilitas Honda dan meminta para konsumen mengirimkan pembayaran mereka kepada Honda melalui cabang tersebut. Berkat surat dari bank tersebut, Honda langsung menerima jawaban dari 5.000 toko dan akhirnya, 13.000 toko mengirimkan pembayaran mereka.
Di musim gugur tahun 1952, Honda berhasil membangun jalur perakitan yang mampu memproduksi 6.500 Cub per bulan. Pangsa pasar Honda melambung menjadi 70%. Setiap Cub yang telah terjual telah dibayar di muka, sehingga selalu ada uang di rekening Honda setiap hari. Pembayaran dari supplier diterima (rata-rata) setiap dua bulan setelah produk dikirim dari pabrik. Pembayaran Honda kepada para suplier komponennya adalah setiap lima bulan sekali.
Kata Fujisawa suatu hari, “putra saya yang berusia enam tahun mengira saya adalah seorang pemalsu uang kawakan! Istri saya mengatakan kepada saya lebih mudah bagi putra saya untuk mengerti apa yang anda lakukan, karena anda membuat Dream dan Cub. Tetapi dia bingung apa yang saya lakukan di Honda. Setiap pagi ketika saya pergi kerja saya bilang ke istri, 'aku berangkat ke bank buat bikin uang!' dan putra saya percaya kalau saya benar-benar mencetak uang palsu.”
Tahun 1953 (satu tahun setelah peluncuran Cub F-type), Honda berubah menjadi perusahaan manufaktur berukuran sedang dengan penjualan senilai 400 juta Yen perbulan. Jumlah karyawan meningkat dari 216 di tahun 1952 menjadi 1.337 di tahun 1953 (lebih dari enam kali lipat dalam waktu satu tahun).

BAB II. PEMBAHASAN

Alasan mengapa honda masih tetap eksis sampai saat ini karena :


Bord of Directure Perusahaan Honda




Peta Persebaran Pabrik Honda Di Dunia

Analisis SWOT Perusahaan Honda

Kekuatan
ü  Skala usaha internasional
ü  Modal yang dimiliki memadai
ü  Memiliki tempat / pabrik perakitan sendiri
ü  Memiliki pabrik suku cadang / spare part
ü  Memiliki show room delaer dan pelayanan service yang memadai
ü  Irit bahan bakar
ü  Harga purna jual masih bagus

Kelemahan
ü  Terkenal inovasi mesin kurang, hanya inovasi body
ü  Spare part lebih mahal di banding yang lain
ü  Pabrik perakitan hanya di pulau jawa dan itupun hanya di area jakarta dan sekitarnya
ü  Pabrik yang di indonesia hanya perakitan saja
ü  Beberapa stock jenis tertentu umumnya terbatas

Peluang
ü  Mempunyai citra yang kuat dari Brand “Honda” sebagai merek pertama di Indonesia atau Image sepeda motor Honda sudah melekat di Masyarakat.
ü  Geografis di Indonesia cocok apabila di pakai jenis Sepeda motor, khususnya di daerah
ü  Merupakan kendaraan pribadi yang sesuai dengan kondisi perekonomian di Masyarakat dari segi harga dan kualitas
ü  Kualitas produk Honda diakui di Masyarakat Indonesia
ü  Image irit di masyarakat masih melekat, sehingga masih di gemari
ü  Kepadatan kendaraan roda 4 di kota beasr membuat peluang tersendiri bagi kelas sepeda motor.

Ancaman
ü  Banyak pesaing, khususnya yang paling kuat adalah brand Yamaha dan Suzuki.
ü  Persaingan harga produk dengan CC yang sama relatif ketat.
ü  Banyak kompetitor yang membuka dealer di kota – kota kecil bahkan sudah sampai di kecamatan – kecamatan
ü  Inovasi kompetitor cukup cepat
ü  Harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup mahal
Muncul merek sepeda motor lain yang tidak kalah bersaing


BAB III. PENUTUP

Untuk membuat suatu rencana maka setidaknya Honda Company mengevaluasi faktor eksternal maupun faktor internal. Analisis faktor-faktor haruslah menghasilkan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh suatu organisasi, serta mengetahui kelemahan (Weaknesses) yang terdapat pada organisasi itu. Sedangkan analisis terhadap faktor eksternal harus dapat mengetahui kesempatan  (opportunity) yang terbuka bagi organisasi serta dapat mengetahui pula ancaman (treaths) yang dialami oleh organisasi yang bersangkutan. Sehingga honda company dapat terus eksis dengan pengetahuan yang telah dianalisis tersebut.




SUMBER :

Annual Report Honda Company 2013



Mfg_wordwide Honda Company



Tidak ada komentar:

Posting Komentar