1. PROFIL PERUSAHAAN
Honda adalah produsen mobil, truk, sepeda motor
dan skuter asal Jepang. Mereka juga membuat kendaraan segala
medan (ATV), generator listrik,
mesin kelautan, dan peralatan taman.
Honda didirikan pada 24 September 1948 oleh Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa. Honda merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia
sejak 1959, dan juga produsen mesin pembakaran dalam terbesar dengan produksi lebih dari
14 juta unit tiap tahun. Honda berhasil menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar
di Jepang tahun 2001. Honda juga menggusur Chrysler, untuk
menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di pasar AS. Sekarang ini, Honda juga
pabrikan mobil terbesar keenam di dunia. Pada 2004, perusahaan ini mulai memproduksi
motor diesel, yang
sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar
polusi.
Honda merupakan pabrikan Jepang
pertama yang meluncurkan merek mobil mewahnya, menggunakan merk Acura untuk mobil mewahnya di Amerika Utara.
Mobil Honda terkenal dengan daya tahan dan jarang rusak. Honda di Indonesia
paling terkenal dengan sepeda motornya.
Honda bermarkas di Tokyo. Saham mereka diperdagangkan di Bursa
Saham Tokyo, Bursa Saham New York, dan juga perdagangan di Osaka, Nagoya, Sapporo, Kyoto, Fukuoka, London, Paris dan Swiss.
Industri/jasa
|
|
Didirikan
|
|
Pendiri
|
|
Kantor
pusat
|
|
Daerah
layanan
|
Seluruh
dunia
|
Tokoh
penting
|
|
Produk
|
|
Pendapatan
|
|
Karyawan
|
|
Slogan
|
"The
Power of Dreams"
|
Situs web
|
2. SEJARAH SINGKAT
Sejak
usia muda, pendiri Honda, Soichiro Honda. memiliki minat besar dalam kendaraan
bermotor. Dia bekerja sebagai mekanik di Art Shokai, dimana dia menyetel mobil
dan dimasukkan kedalam balapan. Dia kemudian membuat desain piston dan
menjualnya ke Toyota. Rancangan pertamanya ditolak, dan Soichiro bekerja keras
untuk menyempurnakan desainnya, bahkan dia kembali sekolah dan menggadaikan
perhiasan istrinya sebagai jaminan.
Honda
Cub F-type adalah
sebuah sepeda yang ditempeli mesin 50cc, memiliki tangki bahan bakar berwarna
putih di atas bemper belakang dan mesin berwarna merah menyala (warna kesukaan
Soichiro) di tengah-tengah roda belakang.
Sales Force wanita dipilih sebagai jawaban atas permasalahan
produk sebelumnya, A-Type
Sebelumnya,
Soichiro menciptakan A-type, menggunakan V-belt dari karet di tengah-tengah
kerangka sepeda, yang sering mendapatkan keluhan karena menyebabkan kotornya
pakaian. Jadi kendaraan ini sangat tidak cocok untuk wanita. Soichiro
memecahkan masalah ini dengan menempatkan mesin di kerangka bagian belakang dan
munculah “F-Type” yang melegenda.
Filosofi
penjualan fujisawa bisa dirangkum dalam satu kalimat : buat produk berkualitas
tinggi, dan para konsumen akan membelinya walaupun mereka harus menunggu
beberapa saat. “Setiap sepeda motor Honda dirancang oleh sang presiden sendiri.
Setiap aspek dari produk perusahaan kami jauh melebihi para kompetitor kami.
Kami tahu para kompetitor kami akan mengerti!” Fujisawa mencuci otak para salesman,
mendorong dan mengirim mereka ke seluruh Jepang untuk merintis jalur penjualan
baru. Para Salesman ini merancang pamflet sendiri untuk berbagai
produk Honda, menerima rekening uang perjalanan ibisnis sebesar empat atau lima
bulan gaji mereka, dan berada di lapangan dalam jangka waktu lama. Setiap salesman
bertemu langsung dengan pembeli dan totko-toko penjual sepeda motor di
wilayah penjualan mereka, bernegosiasi langsung untuk membangun basis konsumen
Honda, dealer demi dealer.
F-type
sebenarnya ditujukan sebagai alat transportasi umum yang murah dan mudah
dikendarai. Karena itu harus dibuat secara masal. Cub pertama tiba di dealer
pada bulan mei 1952. Dalam dua bulan, Jun dan Juli, Honda mengirimkan 5.000
unit dan hanya menerima tiga keluhan dar I pembeli. Fujisawa bermimpi
menggunakan produk ini untuk mewujudkan lompatan besar Honda ke level
selanjutnya. Jika dia bisa mengekspansi jalur perakitan dan outlet
pemasarannya, dia yakin mampu menjual paling tidak 10.000 unit perbulan.
Jika Honda
hanya bergantung pada jalur pemasaran para salesmannya saja, tidak
mungkin bisa menjual 10.000 unit perbulan, berapapun besarn ya permintaan. Untuk meningkatkan
outlet pemasaran mereka secara dramatis dalam waktu singkat, Honda harus
memobilisasi banyak tenaga sales untuk memperkuat jaringan sales
perusahan. Tetapi itu berarti butuh uang yang banyak, yang tidak dimilik Honda
karena baru saja melakukan transmisi dari industri rumahan ke industri ukuran
sedang. Bahkan Fujisawa, dengan segala kepiawaiannya mendapatkan uang, tidak
mungkin bisa menggalang modal sedemikian besar sekali jalan.
Bagaimana Honda bisa menjual begitu
banyak produk tanpa harus mengeluarkan uang ekstra ?
Inilah
kejeniusan Fujisawa, dia mendapatkan akal untuk menghubungi sekitar 55.000 toko
sepeda yang tersebar di seluruh Jepang melalui surat. Berikut contoh surat yang
dia kirimkan :
“Setelah perang Rusia-jepang
(1904-1905), daripada membetulkan rantai dan menambal ban, nenek moyang anda
dengan berani memutuskan untuk menjual sepeda-sepeda impor. Itulah asal-usul
bisnis anda. Sekarang, setelah Perang Dunia II berakhir, situasi sudah berubah.
Konsumen anda menginginkan sepeda bermesin.
Kami di Honda, memproduksi mesin seperti itu. Kami menjamin penuh kulitas produk kami. Silahkan krim surat kepada kami jika anda tertarik.”
Kami di Honda, memproduksi mesin seperti itu. Kami menjamin penuh kulitas produk kami. Silahkan krim surat kepada kami jika anda tertarik.”
Sejumlah
30.000 toko menjawab. Fujisawa menjawab dengan surat kedua:
“Kami berterima kasih atas
minat anda pada produk kami. Untuk permulaan, kami akan mengirimkan satu sepeda
motor per toko. Harga grosirnya adalah 19.000 yen dan harga ritel yang kami
sarankan adalah 25.000 yen, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan sebesar
6.000 yen. Kami meminta anda unuk membayar terlebih dulu, baik lewat wesel pos
ataupun melalui bank yang kami tunjuk.”
Karena Honda
hampir-hampir tidak dikenal, Fujisawa sadar akan sulit meyakinkan para pemilik
toko untuk membayar di muka, kalau pun mereka memang tertarik dengan produk
Honda. Untuk itu, dia membujuk cabang Mitsubishi Bank di Kyobashi, kreditur
utama Honda, untuk mengirimkan surat yang ditandatangani oleh manajernya yang
menjamin kredibilitas Honda dan meminta para konsumen mengirimkan pembayaran
mereka kepada Honda melalui cabang tersebut. Berkat surat dari bank tersebut,
Honda langsung menerima jawaban dari 5.000 toko dan akhirnya, 13.000 toko
mengirimkan pembayaran mereka.
Di musim
gugur tahun 1952, Honda berhasil membangun jalur perakitan yang mampu
memproduksi 6.500 Cub per bulan. Pangsa pasar Honda melambung menjadi 70%.
Setiap Cub yang telah terjual telah dibayar di muka, sehingga selalu ada uang
di rekening Honda setiap hari. Pembayaran dari supplier diterima (rata-rata)
setiap dua bulan setelah produk dikirim dari pabrik. Pembayaran Honda kepada
para suplier komponennya adalah setiap lima bulan sekali.
Kata Fujisawa
suatu hari, “putra saya yang berusia enam tahun mengira saya adalah seorang
pemalsu uang kawakan! Istri saya mengatakan kepada saya lebih mudah bagi putra
saya untuk mengerti apa yang anda lakukan, karena anda membuat Dream dan Cub.
Tetapi dia bingung apa yang saya lakukan di Honda. Setiap pagi ketika saya
pergi kerja saya bilang ke istri, 'aku berangkat ke bank buat bikin uang!' dan
putra saya percaya kalau saya benar-benar mencetak uang palsu.”
Tahun 1953 (satu tahun setelah peluncuran Cub F-type),
Honda berubah menjadi perusahaan manufaktur berukuran sedang dengan penjualan
senilai 400 juta Yen perbulan. Jumlah karyawan meningkat dari 216 di tahun 1952
menjadi 1.337 di tahun 1953 (lebih dari enam kali lipat dalam waktu satu tahun).
BAB II. PEMBAHASAN
Alasan mengapa honda masih tetap eksis sampai saat ini karena :
Bord of Directure Perusahaan Honda
Peta Persebaran Pabrik Honda Di Dunia
Analisis SWOT Perusahaan Honda
Kekuatan
ü Skala usaha
internasional
ü Modal yang
dimiliki memadai
ü Memiliki
tempat / pabrik perakitan sendiri
ü Memiliki
pabrik suku cadang / spare part
ü Memiliki
show room delaer dan pelayanan service yang memadai
ü Irit bahan
bakar
ü Harga purna
jual masih bagus
Kelemahan
ü Terkenal
inovasi mesin kurang, hanya inovasi body
ü Spare part
lebih mahal di banding yang lain
ü Pabrik
perakitan hanya di pulau jawa dan itupun hanya di area jakarta dan sekitarnya
ü Pabrik yang
di indonesia hanya perakitan saja
ü Beberapa
stock jenis tertentu umumnya terbatas
Peluang
ü Mempunyai
citra yang kuat dari Brand “Honda” sebagai merek pertama di Indonesia atau
Image sepeda motor Honda sudah melekat di Masyarakat.
ü Geografis di
Indonesia cocok apabila di pakai jenis Sepeda motor, khususnya di daerah
ü Merupakan
kendaraan pribadi yang sesuai dengan kondisi perekonomian di Masyarakat dari
segi harga dan kualitas
ü Kualitas
produk Honda diakui di Masyarakat Indonesia
ü Image irit
di masyarakat masih melekat, sehingga masih di gemari
ü Kepadatan
kendaraan roda 4 di kota beasr membuat peluang tersendiri bagi kelas sepeda
motor.
Ancaman
ü Banyak
pesaing, khususnya yang paling kuat adalah brand Yamaha dan Suzuki.
ü Persaingan
harga produk dengan CC yang sama relatif ketat.
ü Banyak
kompetitor yang membuka dealer di kota – kota kecil bahkan sudah sampai di
kecamatan – kecamatan
ü Inovasi
kompetitor cukup cepat
ü Harga bahan
bakar minyak (BBM) yang cukup mahal
Muncul merek sepeda motor lain yang tidak kalah
bersaing
BAB III. PENUTUP
Untuk membuat suatu rencana maka
setidaknya Honda Company mengevaluasi faktor eksternal maupun faktor internal.
Analisis faktor-faktor haruslah menghasilkan adanya kekuatan (strength) yang
dimiliki oleh suatu organisasi, serta mengetahui kelemahan (Weaknesses) yang
terdapat pada organisasi itu. Sedangkan analisis terhadap faktor eksternal
harus dapat mengetahui kesempatan (opportunity) yang terbuka bagi
organisasi serta dapat mengetahui pula ancaman (treaths) yang dialami oleh
organisasi yang bersangkutan. Sehingga honda company dapat terus eksis dengan
pengetahuan yang telah dianalisis tersebut.
SUMBER :
Annual
Report Honda Company 2013
Mfg_wordwide
Honda Company




Tidak ada komentar:
Posting Komentar